Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bekerjasama dengan Japan International Labour Foundation (JILAF) mengadakan Seminar Hubungan Industrial “Kolaborasi Tripartit untuk Implementasi Human Rights Due Diligence (HRDD)”

SUARA FARKES, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bekerjasama dengan Japan International Labour Foundation (JILAF), pada tanggal 11-12 Januari 2026 di Swiss-Bel Hotel – Jakarta, mengadakan Seminar Hubungan Industrial “Kolaborasi Tripartit untuk Implementasi Human Rights Due Diligence (HRDD)
Federasi Serikat Pekerja Farmasi Dan Kesehatan Reformasi (FSP FARKES-R) turut hadir dalam acara seminar ini. Perwakilan dari FSP FARKES-R yang hadir yaitu
- Slamet Rezeki (Kabid. K3 DPP / PUK SP FARKES-R PT. PZ Cussons Indonesia),
- Akbar Andika (PUK SP FARKES-R PT. Meiji Indonesia)
- Yuliana Triningsih (PUK SP FARKES-R PT. Tanabe Indonesia).

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FSP Farkes Reformasi Jawa Timur mengadakan kegiatan Diklat Advokasi dan Latsar Serdadu

SUARA FARKES, Mojokerto – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FSP Farkes Reformasi Jawa Timur mengadakan kegiatan Diklat Advokasi dan Latsar Serdadu pada tanggal 20-21 Desember 2025
Kegiatan yang dilaksanakan dua hari ini bertujuan untuk memperkuat Solidaritas, Militansi dan Pondasi anggota dalam menyuarakan aspirasi, memperjuangkan hak-hak dengan cara yang tepat.

Selain itu kegiatan ini menjadi tempat belajar bagaimana cara berkomunikasi dengan berbagai pihak mulai dari sesama anggota sampai dengan lembaga luar organisasi.
Read More“Workshop Pemimpin Serikat Pekerja Dan Kampanye Transisi Yang Adil”

SUARA FARKES – Jakarta, 21 Juni 2025
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI ), mengadakan kegiatan “Workshop Pemimpin Serikat Pekerja Dan Kampanye Transisi Yang Adil”, bertempat di Five Hotel, PGC Cililitan-Jakarta.
Workshop ini dihadiri oleh dua konfederasi, KSPI dan KSBSI. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program IKI-JET, Innovation Regions for Just Transition. Adalah program yang berfokus pada transisi energi yang adil ( Just Energy Transition ) di wilayah-wilayah yang sebelumnya bergantung pada batu bara. Program ini bertujuan untuk mendukung daerah-daerah tersebut dalam bertransformasi menuju ekonomi berkelanjutan dengan menciptakan lapangan kerja hijau dan memastikan transisi energi yang inklusif dan adil bagi semua pihak.
Dalam workshop ini, juga di bahas tentang program IKI-JET yang sebelumnya di fokuskan pada dua wilayah yang merupakan basis industri energi fosil yaitu di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan. Tujuan diadakannya workshop ini untuk memastikan bahwa peralihan menuju energi bersih tidak mengorbankan hak dan kesejahteraan pekerja, serta melibatkan komunitas terdampak secara aktif dalam prosesnya.
Serikat Pekerja berperan penting sebagai aktor sosial untuk mendorong terwujudnya transisi yang berkeadilan melalui penguatan dialog sosial, penyusunan klausul just transition dalam Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) dan peningkatan kapasitas pekerja melalui pelatihan serta strategi transformasi ekonomi.
Dalam akhir sesi workshop, peserta dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan konfederasi. Kelompok KSPI dan Kelompok KSBSI. Dari masing-masing kelompok menyusun Rencana Tindak Lanjut ( RTL ) berisi point-point yang akan menjadi rekomendasi untuk pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja dalam upaya mewujudkan transisi energi yang inklusif dan adil bagi semua pihak.
Narahubung : Slamet Rezeki ( Kabid. K3 DPP FSP. FARKES-R )
KSPI Gelar Workshop “Green Economy and Just Transition” di Serang – Banten

Serang, 8 Juni 2025 – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama DTDA (Danish Trade Union Development Agency) menyelenggarakan Workshop on Green Economy and Just Transition sebagai bagian dari komitmen gerakan buruh dalam menghadapi perubahan iklim dan transformasi ekonomi nasional.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman serikat pekerja mengenai ekonomi hijau dan memastikan transisi yang adil (just transition) bagi para pekerja. Dalam proses menuju ekonomi rendah karbon, penting memastikan bahwa hak, perlindungan, dan masa depan pekerja tidak terabaikan.
Workshop ini dihadiri oleh empat federasi anggota KSPI, yaitu:
- Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)
- Serikat Pekerja Nasional (SPN)
- Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (FSP KEP)
- Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FARKES-R)
Melalui diskusi, pemaparan, dan rencana aksi kolektif, serikat pekerja berupaya membangun posisi yang kuat dalam kebijakan transisi energi dan pembangunan berkelanjutan. Serikat pekerja percaya bahwa keadilan iklim dan sosial harus berjalan seiring demi masa depan yang layak bagi seluruh pekerja di Indonesia.
Tim Media Farkes
Workshop Just Transition KSPI

Rabu, 4 Juni 2025, bertempat di Gedung FSPMI, lantai 3
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bekerja sama dengan Danish Trade Union Development Agency (DTDA)Danish Trade Union Development Agency (DTDA) menyelenggarakan workshop bertema “Menata Ulang Masa Depan: Memastikan Transisi yang Adil Menuju Ekonomi Hijau”
Kegiatan ini dihadiri oleh para perwakilan serikat pekerja yang tergabung dalam KSPI dari berbagai sektor. Workshop ini menjadi ruang diskusi penting untuk membahas dampak perubahan iklim terhadap ekonomi dan dunia kerja, serta bagaimana pekerja dapat terlibat aktif dalam proses transisi menuju ekonomi hijau secara adil (just transition).
Hadir sebagai narasumber utama, Kahar S. Cahyono, yang menyampaikan pentingnya perlindungan hak-hak pekerja dalam menghadapi perubahan kebijakan dan struktur ekonomi akibat krisis iklim. Ia menekankan bahwa transisi ke ekonomi hijau harus memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal.
“Perubahan iklim tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga menyangkut keadilan sosial dan ekonomi. Kita tidak bisa bicara transisi jika pekerja tidak dilibatkan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan,” ujar Kahar.

Workshop ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antarserikat pekerja dalam memperjuangkan kebijakan transisi yang adil, serta membangun kapasitas organisasi dalam merespons tantangan masa depan.

Tim Redaksi Media FSP FARKES-R
Meningkatkan Kapasitas Serikat Pekerja Melalui Riset dan Pemetaan Strategis Korporasi: Langkah Maju Advokasi Serikat Pekerja

Di era globalisasi dan ekonomi yang semakin kompleks, di mana korporasi multinasional beroperasi melintasi batas negara dan rantai pasok membentang jauh, strategi perjuangan serikat pekerja pun perlu berevolusi.
Read MoreSimulasi PHK Massal Jadi Latihan Serius Peserta Workshop IndustriALL Hari Kedua: Fondasi Advokasi Berbasis Data dan Keterampilan Negosiasi

Di era disrupsi teknologi dan perkembangan eksploitasi pekerja yang semakin masif, membangun langkah advokasi yang efektif menjadi krusial. Namun, advokasi tanpa landasan yang kokoh bagaikan bangunan di atas pasir, mudah goyah dan tidak mampu memberikan dampak yang signifikan. Oleh karena itu, pentingnya membangun langkah advokasi berbasis riset dan data yang kuat menjadi semakin menonjol. Riset yang mendalam memungkinkan kita untuk memahami akar permasalahan eksploitasi pekerja, mengidentifikasi tren yang muncul akibat disrupsi teknologi, serta memetakan aktor-aktor yang terlibat dan kepentingan mereka. Data yang akurat dan komprehensif memberikan bukti konkret tentang dampak negatif eksploitasi, memperkuat argumentasi kita, dan membantu kita merumuskan solusi yang tepat sasaran.
Advokasi berbasis riset dan data yang kuat juga memungkinkan kita untuk berkomunikasi secara efektif dengan berbagai pihak, termasuk pembuat kebijakan, pengusaha, serikat pekerja, dan masyarakat umum. Data yang valid dan terpercaya akan memberikan kredibilitas pada pesan-pesan advokasi kita, meningkatkan daya persuasif, dan membuka peluang untuk dialog yang konstruktif. Di era informasi yang serba cepat dan seringkali dipenuhi dengan disinformasi, advokasi yang didukung oleh riset dan data yang solid menjadi pembeda yang signifikan, memastikan bahwa suara kita didengar dan diperhitungkan dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, investasi dalam riset dan pengumpulan data merupakan fondasi yang esensial untuk membangun gerakan advokasi yang efektif dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan eksploitasi pekerja di era disrupsi teknologi.
Read MorePelatihan Memahami Struktur & Skala Upah

Farkes, Jakarta – Pekerja yang bekerja dalam sebuah perusahaan pasti memiliki posisi dan jabatan yang berbeda, tanggung jawabnya pun berbeda-beda. Ada pula pekerja yang sudah memiliki masa kerja yang jauh lebih lama dari pekerja lainnya. Dikarenakan hal ini, maka perusahaan perlu memberlakukan
Read More

