IndustriALL Women Committee Gelar Pertemuan Perdana Pasca Kongres Sydney

SUARA FARKES, Jenewa – Komite Perempuan IndustriALL Global Union (IndustriALL Women Committee) melaksanakan pertemuan perdananya di Jenewa, Swiss, pada Rabu tanggal 10 Juni 2026, setelah Kongres IndustriALL yang diselenggarakan di Sydney, Australia pada November 2025.
Dalam pertemuan tersebut, anggota komite melakukan pemilihan ketua bersama (co-chairs), serta menyusun agenda kerja terkait feminisme dan transformasi gender yang akan menjadi fokus program Komite Perempuan IndustriALL untuk periode 2026–2029.
Pertemuan ini dihadiri oleh para pemimpin pekerja perempuan dari berbagai negara yang merupakan afiliasi IndustriALL Global Union. Delegasi Indonesia terdiri dari lima orang, yaitu tiga anggota Executive Committee (EXCO): Prihanani dari FSPMI, Evi Krisnawati dari FSP FARKES Reformasi, dan Ira Laila dari CEMWU, serta dua peserta program mentee yang berasal dari CEMWU dan FSPMI.

Berbagai isu strategis dibahas dalam pertemuan ini, antara lain transformasi gender dalam agenda Transisi yang Berkeadilan (Gender-Transformative Just Transition), pengarusutamaan gender (gender mainstreaming) di perusahaan multinasional, pengorganisasian pekerja muda melalui program mentor-mentee, serta pentingnya pelibatan laki-laki dalam perjuangan mewujudkan kesetaraan gender.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Atle Høie menegaskan pentingnya menerjemahkan agenda transformasi gender ke dalam aksi nyata di semua tingkatan.
“Kita berbicara tentang agenda yang transformatif, dan kita harus mewujudkannya baik di tingkat lokal maupun internasional. Akan ada orang-orang yang belum memahaminya, tetapi tugas kita adalah menjelaskan dan mengajak seluruh gerakan untuk berjalan bersama. Kita harus menyentuh akar persoalan yang dihadapi para pekerja, mengorganisir mereka, dan memastikan mereka memperoleh kehidupan yang lebih baik,” ujar Atle.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat kepemimpinan perempuan di serikat pekerja serta mendorong agenda kesetaraan dan transformasi gender sebagai bagian integral dari perjuangan gerakan buruh global selama periode 2026–2029.
