Konferensi Pengorganisasian Pertama IndustriALL : Membangun Kekuatan Buruh di Era Ekonomi Global

SUARA FARKES, Kuala Lumpur – Sekitar 130 aktivis serikat buruh dari seluruh dunia berkumpul di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam Konferensi Pengorganisasian Pertama IndustriALL.
Tantangan buruh saat ini sangat nyata, kepadatan serikat buruh di negara-negara OECD telah turun hingga separuhnya sejak 1985, sementara 10% orang terkaya menguasai 75% kekayaan dunia.
Oleh karena itu, konsolidasi dan penguatan kekuatan buruh sudah tidak bisa ditunda lagi.
Delegasi FSP Farkes Reformasi turut hadir secara aktif mengawal jalannya konferensi internasional ini, yang diwakili oleh:
Evi Krisnawati (Ketua Umum DPP), Tuti S (Kabid Luar Negeri DPP), Sifa N Azmi (Perwakilan DPD DKI) dan Abdul Rojak (Perwakilan PUK PT Meiji Indonesia – Jawa Timur)

3 Poin Utama Konferensi IndustriALL:
- Rumus Utama Pengorganisasian
Mendengarkan masalah pekerja, hadirkan harapan melalui serikat, dan ajak bertindak bersama - Inklusivitas & Sektor Masa Depan
Pengorganisasian kini menyasar sektor strategis (rantai pasok baterai, semikonduktor, mineral kritis, & energi terbarukan) serta merangkul pekerja kerah putih, perempuan, anak muda, dan pekerja migran. - Kisah Perkembangan Global
Indonesia : mengorganisir pekerja baterai di area terpencil dengan merangkul komunitas & adat lokal.
Kongo : perjuangan bagi penambang kobalt yang bekerja tanpa alat pelindung & upah tak layak.
Kamboja : pemanfaatan media sosial (Telegram, FB, WA) untuk layanan bantuan hukum bagi pekerja muda.
Afrika Selatan & Turki : pekerja kerah putih (insinyur & staf) kini mulai terwadahi dalam serikat.

Kekuatan buruh lahir dari percakapan, kepedulian, dan tindakan nyata bersama
