Tingkatkan Posisi Tawar, FSP FARKES REFORMASI Gelar Pelatihan Advokasi Berbasis Perspektif Pengusaha

SUARA FARKES, Jakarta – Dalam dunia industri, benturan kepentingan antara pekerja dan pengusaha seringkali menjadi tantangan yang tak terelakkan. Menanggapi hal tersebut, Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan (FSP FARKES REFORMASI) menggelar pelatihan advokasi bertajuk “Memahami Serikat Pekerja dari Perspektif Pengusaha dan Ideologi Serikat dalam Bingkai Hubungan Industrial Pancasila”. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Kantor DPP FSP FARKES REFORMASI, Jakarta Timur.

Mengapa Pelatihan Ini Penting?
Selama ini, advokasi seringkali dipandang sebagai langkah konfrontatif. Namun, FSP FARKES REFORMASI ingin mengubah paradigma tersebut. Melalui pelatihan ini, pengurus dan anggota diajak untuk memahami employer’s mindset atau pola pikir pemberi kerja.
Dengan memahami logika bisnis, profitabilitas, dan risiko yang dihadapi pengusaha, serikat pekerja diharapkan dapat membangun strategi advokasi yang tidak hanya kuat, tetapi juga solutif dan berkelanjutan.

Menyelaraskan Ideologi dengan Pancasila
Selain membedah sisi pengusaha, pelatihan ini akan memperdalam ideologi serikat pekerja sebagai dasar perjuangan. Nilai-nilai ini kemudian diselaraskan dengan Hubungan Industrial Pancasila (HIP) yang mengedepankan musyawarah untuk mufakat serta kemitraan yang harmonis.

Menghadirkan Pakar di Bidangnya
Pelatihan ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung melalui metodologi studi kasus dan roleplay simulasi perundingan. Acara ini akan menghadirkan narasumber berkompeten, antara lain:
- Kemalsjah Siregar (Praktisi Hubungan Industrial) yang akan membedah Sesi I mengenai Logika Bisnis dan Risiko.
- Wakil Ketua Bidang Advokasi yang mengisi Sesi II mengenai POV Serikat Pekerja.
- Nara sumber III, Ketua Bidang Luar negeri, Tuti Suwartini, menyampaikan mengenai Just Transition dan Isu Perubahan Iklim dan korelasinya pada perjuangan serikat pekerja.
